Ratu Eka Bkj

Tiada Nafas Tanpa Perjuangan Humanis

Breaking

Thursday, April 16, 2020

Demokrasi, Sistem Negara Yang Rapuh?



Oleh_@Ratu Eka GERMUSIA

Demokrasi sistem negara yang rapuh, semenjak reformasi kita kehilangan sosok bangsawan yang dihormati dunia internasional. Dulu Presiden memiliki kewibawaan bangsawan, dan negara terjaga martabatnya. Namun, setelah reformasi hampir semua Presiden hanya menunjukkan skill dan antropologi. Presiden rapuh di ranah internasional, bahkan rapuh dengan senior politiknya. 

Dulu politik dicetuskan Bapak Politik Sokrates sebagai sistem yang bertujuan mencapai tujuan bersama. Namun, sekarang politik menjadi wadah untuk pencarian bakat. Politik kehilangan martabat kebangsawanan. Politik sebagai ladang kompetisi berebut seperti ajang pencarian bakat.

Lihatlah, hampir semua negara Demokrasi memiliki gejala politik yang tidak stabil. Sering bertikai dengan rakyat atau tokoh masyarakat. Baik itu Amerika, Cina, Korea Selatan, Korea Utara, Indonesia, dan sejenisnya sering terjadi gejolak ketidak stabilan politik.

Berbeda dengan negara Inggris yang notabene Monarki Parlementer, jarang terjadi gejolak politik hingga viral seperti negara-negara di atas yang menerapkan demokrasi. Inggris dengan sistem Monarki Parlementer memiliki stabilitas politik yang lebih baik, dan mempunyai kewibawaan bangsawan di ranah internasional.


DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =

0177-01-042715-50-9

EKA APRILIA.... BRI...

0895367203860

EKA APRILIA, OVO


No comments:

Post a Comment