Ratu Eka Bkj

Tiada Nafas Tanpa Perjuangan Humanis

Breaking

Saturday, January 18, 2020

Jalan Hidup Seorang Agnostik, Pilihan Tanpa Desakan!


Motivator_@Ratu Eka GERMUSIA


Agnostic ber-Tuhan yang Esa, tapi tidak beragama secara formal. Dalam Humanisme, agnostic membuktikan keimanannya kepada Tuhan dengan cara beramal kebajikan dan perilaku yang baik kepada sesama manusia. Dalam kata singkatnya, memanusiakan manusia. Tidak terikat dengan ritual yang baku, jadi berdoa pada Tuhan sama dengan curhat kepada Tuhan. Jadi, nama-nya curhat ya bebas caranya. 

Agnostic muncul saat keresahan terhadap fenomena agama formal yang selalu mengeklaim kebenaran dan kesalahan di agama lain, alias sumber pertikaian dengan merasa paling benar. Dimana seharusnya fokus pada berbuat kebajikan untuk kemaslahatan, justru terlupakan. Lalu, kenapa tidak memilih Atheist? 

Atheist pun dianggap sebagai keresahan.  Karena, sama-sama klaim kebenaran dan mengalami pertikaian dengan kaum beragama. Umat beragama dan orang Atheis bersifat ingin ideologinya menguasai, mendoktrin orang sebanyak-banyaknya. 

Sedangkan Agnostic berbeda, kenapa? 
Karena, jalan pilihan masing-masing pada titik penemuan keyakinan Agnostic. Jadi, tanpa dogtrin tidak berusaha mencari masa / pengikut. So, itulah yang membuat paham Agnostic tidak sepopular Atheist ataupun Theism (Orang Beragama). 

Intinya, Agnostic itu kesadaran titik temu masing-masing tanpa sebuah mekanisme formal.


DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =

0177-01-042715-50-9

EKA APRILIA.... BRI...

0895367203860

EKA APRILIA, OVO





No comments:

Post a Comment