Ratu Eka Bkj

Tiada Nafas Tanpa Perjuangan Humanis

Breaking

Friday, July 26, 2019

Wanita Sukses, Tanpa Bayang-Bayang Suami



Oleh_@Ratu Eka Bkj, GERMUSIA 



Kenapa sih kok justru masih ada wanita yang memiliki pola pikir sempit dan patriarkis. 
Dan, selalu menganggap kesuksesan wanita dibayangi suaminya. Buat apa ingin mendapat kedudukan, jika hanya posisi ke dua? Bukan posisi sebenarnya, justru hanyalah dijadikan alat. 
Saya berharap, wanita yang masih punya pola pikir sempit dan patriarkis untuk segera belajar menjadi perempuan yang merdeka. Sukses secara merdeka dengan nama gelar pribadi, tanpa embel-embel gelar suami. 

Mengapa saya buat status ini? 
Pertama, banyaknya wanita yang tidak dipanggil ketokohan nama pribadinya. Justru dia menggunakan nama suami. Contohnya, Nyonya Andika. 
Kedua, kejadian tadi siang sedikit bikin jengkel. Ceritanya,  ada seorang Ibu nanya tentang profesi Saya. 
Saya jawab = Saya bisnis Bu. 
Ibu itu = Apa bisnisnya? 
Saya = Digital Business Development
Ibu itu = Apa itu? 
Saya = Bergerak di bidang Website dan Writing Advertising
Ibu itu = Punya suami ta? 
Saya = Bukan lah Bu, ini murni punya Saya. Saya juga belum menikah Bu. 

Yang bikin jengkel adalah, pola pertanyaannya yang mengira ini bisnis punya suami. 
Itu berarti pola pikirnya masih patriarkis dan kaum nomer dua. 
Selalu mempersepsikan kesuksesan wanita dibayangi suami. 
JENGKEL, MASIH ADA MENTAL BERFIKIR SEPERTI ITU.

Perempuan itu harus punya Independensi. 
Kesuksesan Perempuan bisa diraih dengan Independensi Kemampuan Personal, Pertolongan Tuhan, dan Kinerja Tim atau Anggota maupun Relasi.

Mangkanya, Saya ingin menikah minimal EKA BKJ sudah jadi Perusahaan dan GERMUSIA sudah jadi organisasi pergerakan resmi terdaftar. 
Serta menemukan pria yang kesetaraan gender, selalu mendukung saya dengan penuh dan tulus, pengertian dan sabar.


DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =

0177-01-042715-50-9

EKA APRILIA.... BRI...

0895367203860

EKA APRILIA, OVO




4 comments:

  1. Untuk yang masuk bidang profesional ya emang aga kesel kalau dipanggil pakai nama suami, lha wong kita sekolah dan kerja susah payah utk sampai titik itu kan.

    Tapi saya rasa buat yang memilih jadi irt dan memilih pakai nama suami. Ga berarti mereka ga lebih independen pun ga semua patriarki itu buruk, tergantung kita menyikapinya.

    Cuma beda pilihan dan pandangan hidup aja denganmu. Mesti diterima agar supaya jadi pribadi open minded yang kaffah 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru peran Aktifis Gender dan HAM seharusnya tidak hanya terfokus pada yang sudah menjadi Wanita Karir atau belum.
      Namun, yang terpenting adalah = Bagaimana baik secara menset maupun penerapan mampu memberikan perspektif bahwa seorang Perempuan memiliki Independensi untuk mendapatkan kemerdekaan diri.

      Dengan Anda mengatakan bahwa, seorang wanita IRT perlu menggunakan nama suami itu sudah menunjukkan bahwa Anda telah terhegemoni dengan persepsi bahwa wanita menjadi peran nomer 2.
      Dimana, hegemoni yang dihasilkan dari dogma dan budaya telah masuk dalam alam bawah sadar Anda. Sehingga, tanpa Anda sadar merendahkan diri seorang wanita itu sendiri.

      .......................

      Konsep yang ingin Saya gerakkan dan bangun, bukan sekedar seorang perempuan punya gelar, bisa sekolah, bisa bekerja. Bukan itu.

      Tapi, konsep bahwa Perempuan Harus memiliki Kesadaran akan Kemerdekaan Diri.

      Bahwa tidak ada penyebutan Wanita Karir atau Wanita IRT. Karena, sebutan itu justru yang mendeskriminasi dan menggolongkan pihak wanita.

      Delete