Ratu Eka Bkj

Tiada Nafas Tanpa Perjuangan Humanis

Breaking

Thursday, April 11, 2019

Contoh Inggris! Kesetaraan Gender Itu, Wanita Top Leader



Oleh_@Ratu Eka GERMUSIA


Saya kecewa dengan gerakan feminisme di Indonesia yang cenderung kurang substansial pada pengaruh power.
Feminisme di Indonesia hanya cenderung menyuarakan uang atau comersial dan perasaan. Contohnya seperti:  Penambahan nilai nominal jatah pemberian uang untuk istri bila suami meninggal, tentang madu tidak dimadu, tentang tambah gaji, dan lain-lain.
Selain itu orang-orang yang menyuarakan kesetaraan gender justru kebanyakan tidak dari kalangan kelas satu (Top leader), tetapi justru kalangan kelas 2 (Second leader). Contoh-nya: Wanita tersebut justru memiliki posisi dan pengaruh karir / sosial yang lebih di bawah suaminya, dan masih menggunakan gelar suami. Semisal: Wanita dosen dan suaminya rektor, wanita DPR dan suami Bupati.
HANYA SEBATAS ITU SAJA, YANG SANGAT MENGECEWAKAN.

Kenapa Indonesia mengikuti feminisme Amerika Serikat yang justru AS saja belum pernah membuktikan kesetaraan gender yang nyata. Negaranya saja masih didominasi pria, Presiden belum pernah ada yang perempuan. Pernah ada calon presiden perempuan, itupun hanya menggunakan marga suami, karena dia mantan Istri Presiden.
Hillary Clinton, adalah Istri dari Bill Clinton presiden ke 42 AS.
INI SUNGGUH BUKAN PANUTAN YANG TEPAT DALAM MENYUARAKAN KESETARAAN GENDER.

Kalau mau kesetaraan gender yang Prinsipel dan substansial, contoh negara INGGRIS. Inggris nggak banyak ngomong. Tapi, yang menduduki jajaran kekuasaan dan pengaruh sosial adalah Perempuan.
Kepala Negara yang menduduki tahta terlama dan paling berpengaruh dalam kemajuan Inggris saat ini adalah, Ratu Elizabeth II.
Perdana Menteri-nya yang hebat dalam management perpolitikan Inggris juga dipegang Perempuan yakni, Theresa May.
Zaman dahulu pun Inggris sudah terkenal dengan pengaruh dan kepemimpinan dari perempuan yang menduduki Kepala Negara, misalnya seperti:  Ratu Victoria.
Bahkan konsistensi-nya pada kesetaraan gender, para perempuan berpengaruh dan pemimpin tidak memilih pria yang kedudukannya di atas-nya. Semua suami perempuan berpengaruh tersebut memiliki kedudukan di bawah-nya sedikit atau pendamping.
Contoh-nya =
Ratu Elizabeth II lebih memilih menikah dengan kalangan masyarakat biasa yang kemudian diangkat sebagai Pangeran, bernama Pangeran Philip.
Ketimbang menikah dengan Raja, dia lebih menghindari.
Suami Theresa May pun bukan kalangan bangsawan, tapi memiliki posisi di bawah-nya sedikit sebagai Manager Investasi Keuangan Inggris bernama Philip May.
Sebenarnya, Suami Theresa itu memiliki nama Philip John. Tapi, karena dia menikah dengan seorang Perdana Menteri. Jadi, dia harus menggunakan marga Istri. Sehingga, berubah menjadi Philip May.
Begitulah kesetaraan gender-nya Inggris.
Tapi, lihat di AS dan Indonesia. Apa ada Suami yang pakai marga Istri?

Jadi, Kalau Masih Tergiur Sama Iming-Iming Harta dan Pria / Suami Kaya dan Punya Jabatan, STOP JANGAN PERNAH NGAKU MENYUARAKAN KESETARAAN GENDER, ITU CUMA BUSYID. "MERENDAHKAN MARTABAT"

KESETARAAN GENDER ITU, HARUS MEMPERJUANGKAN BAHWA WANITA BISA MEMBERIKAN PENGARUH, KETOKOHAN DAN SEBAGAI PEMIMPIN YANG MEMAJUKAN SERTA MENSEJAHTERAKAN RAKYAT DAN UMAT.  "CONTOH SEPERTI INGGRIS"
KESETARAAN GENDER ITU BUKAN CUMA SOAL JUMLAH UANG.



DUKUNG SITUS INI YA PEMIRSA, SUPAYA KAMI SEMANGAT UPLOAD CONTENT DAN BERBAGI ILMU SERTA MANFAAT.

DONASI DAPAT MELALUI BERIKUT INI =

0177-01-042715-50-9

EKA APRILIA.... BRI...

0895367203860

EKA APRILIA, OVO



4 comments:

  1. Jika memang hanya memilih wanita untuk menjadi top leader namun tidak melihat kompetensi yang dimiliki, sudikah jika keterpurukan datang menghantui?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harap memahami terlebih dahulu teks pada pemaparan Saya di atas.

      Apakah Saya menuliskan bahwa wanita yang tidak berkompetensi boleh memimpin? Saya tidak menuliskan hal tersebut. Itu persepsi Anda yang tidak tepat dalam menginterpretasikan tulisan Saya.

      Di pemaparan tersebut Saya menunjukkan Contoh Perempuan Hebat yang justru mampu Memimpin dengan Terbaik, Ratu Elizabeth II sebagai Kepala Negara Inggris yang tidak diragukan lagi Kepemimpinannya dan Kekuasaannya.
      Theresa May, Perdana Menteri Inggris yang membawa kesuksesan hingga kini.

      So, belajarlah cermat dalam membaca!!!

      Delete
    2. Justru yang terjadi, selama ini banyak orang mendewakan pria, namun pada akhirnya kepemimpinannya membawa kesengsaraan dan ketidak adilan.

      Delete
    3. Atau, kalau Anda belum kenap Siapa Ratu Elizabet II dan Theresa May.

      Jangan sekedar komen tanpa dasar justru menjerumuskan!!!

      Lebih baik belajarlah terlebih dahulu membaca terkait Ilmu Politik dan juga Kepemerintahan Inggris!!!
      Yang sukses dari dulu hingga sekarang, dipimpin oleh seorang Perempuan.

      Delete